Ayah :

Nama ayah saya adalah Bapak Deden Agus Purnama. Umur nya adalah Empat puluh enam tahun.
Ayahku bekerja sebagai teknisi di perusahaan Jerman P.T Jabar Mulya engineering atau “Zinser Textile macchinen G.m.b.H”
tempat kantor pusat nya berada di german, tetapi kantor dimana ayahku ditempatkan di Jl. Supratman di Bandung.
Ayahku telah bekerja disana selama 20 tahun sejak tahun 2000.
Posisi ayahku sebagai teknisi, tugas nya adalah untuk Memasang mesin pemintal benang dan perbaikan mesin.
Jabatan ayahku sebagai Deputi service manager.
Ayahku suka kerja disana di karenakan sesuai dengan Hobby ayahku yaitu tentang pembuatan mesin
Duka nya adalah karena jarang bertemu keluarga dikarenakan bertugas di tempat yang jauh dan susah untuk Pulang.
Dulu ayahku cita-citanya yaitu ingin menjadi Dokter tetapi tidak jadi dikarenakan lebih memilih masuk sekolah STM dan tidak kuliah untuk cepat kerja
Ayahku ditugas kan selain dikantor, sering nya bertugas di daerah Asia tenggara dan Australia. Paling lama ayahku bertugas di luar kota adaah selama 6 bulan.
tempat bertugas yang paling di sukai ayahku adalah di Korea selatan, karena disana orang-orang nya baik, lingkungan nya bersih dan nyaman,
sedangkan tempat yang paling tidak disukai ayahku adalah di Vietnam, karena disana susah untuk mencari makanan yang halal, dan karena bukan orang vietnam, terkadang suka dibohogi saat berbelanja.
Pengalaman terkesan : menciptakan rancangan mesin pembersih benang di tahun 2005 Tim nya mencetak rekor di perusahaannya yaitu, Berhasil memasang 40 mesin dalam waktu 37 hari, umumnya 40 mesin itu bisa dipasang dalam waktu 102 hari.
Pengalaman yang tidak terlupakan : mengalami rasisme di saat bertugas, di anggap orang indonesia kurang mutu, beda dengan bangsa lain.
Harapan untuk kedepan nya : Lebih menguasai lagi teknik membuat mesin dll.

Ibu :

Ibu sangat menyukai profesinya sebagai wartawati. Ibu bisa berkunjung ke beberapa negara di dunia, sesuai mimpinya waktu kecil.
Pengalamannya yang tak terlupakan adalah ketika tulisan Ibu di Femina terpilih sebagai salah satu dari 10 finalis The SAIS – Novartis International Journalism Prize. April 2000, Ibu diundang ke Washington DC, Amerika Serikat untuk menerima piala.
Sekarang, kegiatan Ibu lebih banyak di rumah.
Menjalani hobi kesukaannya mulai dari berkebun, memasak, memotret sampai menjalani usaha kecil-kecilan yaitu menjual baju rumah untuk anak-anak dan orang dewasa.
Harapan Ibu ke depan :
Masih bisa membuat pelatihan menulis, memotret atau kerajinan tangan untuk ibu-ibu rumah tangga agar bisa tetap kreatif dan mandiri.
Mimpi besar Ibu adalah ingin bisa mengajak saya melihat dunia.
